Wednesday, 1 October 2014

Kata Paling Romantis Untukmu #narasiVSdialog


Dialog


“Bukankah cinta hanya sebuah kata yang tidak memiliki arti untukmu?!” ucap Rani dengan kesal.
“Hmm, bukan maksudku begitu.”
“Aku hanya takut kamu terlalu berharap.” Sambil aku duduk menatap wajah sendunya. Aku mengerti yang dirasakan tapi bukankah lebih baik kamu belajar Rani.
“Salah?! aku berharap kepada pacarku, hanya untuk mengucapkan sebuah kata-kata cinta?!” Terlihat wajah sedih dan penuh kecewa yang terpancar.
“Mungkin, tak perlulah kata-kata cinta seperti orang lain umbar kesana-kemari di media sosialfacebooktwitter dan seperti posisi kita saat ini. Sudah duduklah dekatku sini.” Aku mencoba tersenyum tulus meyakinkan Rani. Siapa yang tak ikut sedih melihat gadis yang dicintai bersedih?
“Ah, kamu tak pernah sedikitpun romantis!” Rani tetap berdiri tanpa melihat kearahku.
“Memang kata cinta apa yang ingin kamu dengar dariku, sayang?” Aku mulai kuwalahan melihat tingkah Rani yang semakin seperti anak kecil, haruskah aku menjelaskan. Tapi seharusnya Rani mengerti sekarang kita bukanlah anak SMA lagi, sudah seharunya berfikir lebih dewasa dan membahas yang lebih.
“Benarkan, kamu ini sama sekali tidak romantis! seperti itu aja kamu tanyakan sama aku!”
“Ayo kita pulang saja lah!” Sambil Rani berjalan menuju mobil dengan air mata yang menetes.
“Baik, Baik, tunggu sebentar! tau tidak kenapa aku mengajakmu kemari, melihat pemandangan Jogja dari atas sini?” Aku bangkit dari tempat duduk dan mengikuti langkahnya.
“Ya, hanya main seperti biasanya kan?!” Langkahnya pun terhenti lalu menatap wajahku dengan amarah.
“Memang tidaklah seromantis pria lain dan setiap mengajakmu pergi aku hanya banyak diam, bukan karena aku marah atau tak berusaha untuk romantis seperti yang kamu inginkan, tapi aku hanya takut salah berkata dan hanya melukaimu.” Aku memegang tangannya dan menatap wajahnya.
“Aku mengajakmu kesini sebenarnya ingin membicarakan kapan kata yang menurutku paling romantis seumur hidup kita, akan aku ucapkan”
“Maksud kamu?” Tanya Rani bingung.
“Aku ingin mengucapkan ijab kabul, bukankah kamu ingin mendengarkan aku berucap kata romantis?”

Narasi


Terdengar pertanyaan kecewa dari Rani. Seorang perempuan yang aku cintai, meragukan cinta yang aku miliki untuk dia hanya karena tak pernah romantis. Memang dari awal bertemu  bahkan pacaran tak pernah sekalipun aku mengucap kata-kata cinta yang romantis.
Bukan karena aku tidak sayang apalagi ingin melihat kamu menangis. Hanya dia saja yang tidak mengerti! aku hanya takut Rani terlalu berharap. Harapan yang membuat kecewa dan sakit hati.
Memang permintaannya sangatlah tidak salah dan simpel, hanya ingin mendengarkan kata-kata cinta dari aku dan bisa romantis seperti wanita sewajarnya idamkan.
Sebenarnya perluhkah menuliskan dan berkata-kata romantis di facebook, twitter, dan seperti saat ini aku dan Rani bersama. Bukankah lebih menyenangkan duduk bersama menikmati pemandangan Jogja bersama orang yang aku cinta.
Sejujurnya aku bingung apa itu kata cinta  sebenarnya? aku hanya takut salah berkata dan melukai hatimu ketika berkata-kata.
Tapi, tau kah kamu mengapa sebenarnya aku mengajakmu kemari? Bukan untuk bermain seperti biasanya apalagi membuat kamu bersedih.
Aku hanya ingin bertanya saja dan memastikan kapan kata-kata cinta ini aku ucapkan, walaupun kata orang, romantis itu haruslah sebuah kejutan tapi aku ingin kata-kata romantis ini ucapkan dengan persetujuanmu… karena itu akan menjadi kata yang paling romantis yang akan aku ucapkan sekali seumur hidupku yaitu ijab kabul. :)

M Dirga P Putra

0 komentar:

Post a Comment

About